Rabu, 09 Januari 2013

BAB 3


Implikasi Etis dari Teknologi Informasi


    Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar daripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual. Dalam dunia bisnis salah satu alasan utama perhatian tersebut adalah pembajakan perangkat alat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hingga milyaran dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalah privasi dan pembajakan.    

Pengertian Tentang Sistem Informasi (SI)
  • Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. 
  • Sistem Informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan

  • Sistem Informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.   
Secara umum, sistem informasi merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses dan berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.

1.        Sumber Daya Manusia (SDM)
-        Para Pakar : Sistem Analis, Pembuat Software dan Sistem Operator.
-        Pemakai Akhir (End User) : Orang Lain Yang Menggunakan Sistem Informasi. 

2.    Sumber Daya Hardware
-        Mesin : Komputer, Monitor Video, disk drive magnetis, printer, dll.
-        Media : Floppy disk magnetic tape, formulir kertas dan kartu plastik.

3.    Sumber Daya Software
-    Program  : Program sistem operasi, spreadsheets, word prcessing dan penggajian.
-   Prosedur : Prosedur entri data, perbaikan kesalahan dan pendistribusian cek gaji. 

4.    Sumber Daya Data : Deskripsi produk, Catatan Pelanggan, file kepegawaian dan database persedian. 

5.  Sumber Daya Jaringan : Media Komunikasi, pemrosesan komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.


Moral Etika dan Hukum Dalam Sistem Informasi 
  • Moral 
Moral adalah institusi sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan. “Selalu ucapkan ,’terima kasih.” Saat kita tumbuh dewasa secara fisik dan mental, kita belajar mengenai peraturan-peraturan yang diharapkan masyarakat untuk kita ikuti. Aturan perilaku ini adalah moral kita

  • Etika,
Kata etika bersal dari Bahasa Yunani ethos, yang berarti “karakter”. Etika (ethics) adalah sekumpulan kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk kedalam seseorang atau masyarakat.

  • Hukum (law)
Hukum adalah peraturan perilaku formal yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti pemerintah, terhadap subjek atau warga negaranya. Selama sekitar 10 tahun pertama penggunaan komputer di bidang bisnis dan pemerintahan, tidak terdapat hukum yang berkaitan dengan penggunaan komputer. Hal ini dikarenakan pada saat itu komputer merupakan inovasi baru, dan sistem hukum membutuhkan waktu untuk mengerjainya.
Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku. 


Etika dan Jasa Informasi 

Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial tekhnologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan tekhnologi tsb secara etis. Manajer yang paling bertanggungjawab terhadap etika komputer adalah CIO (Chief Information Officer). 

Etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama yaitu :
  • CIO harus waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
  • CIO harus berbuat sesuatu dengan menformulasikan kebijakan - kebijakan yang memastikan bahwa teknologi tersebut secara tepat.
Kekuatan yang dimiliki CIO dalam menerapkan etika IT (Information Technology) pada perusahaannya dan jg masyarakat sangat dipengaruhi kesadaran hukum, budaya etika dan kode etik profesional oleh CIO itu sendiri.


Namun ada satu hal yang sangat penting bahwa bukan hanya CIO sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer. Para manajer puncak lain juga bertanggungjawab. Keterlibatan seluruh perusahaan merupakan keharusan mutlak dalam dunia end user computing saat ini semua manajer di semua area bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka.  

Pentingnya Etika Komputer   

Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada komputer, yaitu :

  • Kelenturan logika, program komputer untuk melakukan apapun yang kita mau. 
  • Faktor transformasi, komputer dapat mengubah secara drastis 
  • Faktor tak kasat mata, operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. 
 a.       Hak atas komputer :

  • Hak atas akses computer
  • Hak atas keahlian computer
  • Hak atas spesialis computer
  • Hak atas pengambilan keputusan computer 

b.       Hak atas informasi :
  • Hak atas privasi  
  • Hak atas akurasi
  • Hak atas kepemilikan
  • Hak atas akses

 Implikasi Etis Teknologi Informasi

Penggunaan tekhologi informasi akan berkaitan erat dengan moral, etika dan hukum. Moral merupakan tradisi kepercayaan mengenai prilaku yang benar dan salah dan berlaku secara universal. Sementara itu, etika adalah suatu kepercayaan, standar atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat tertentu.  Etika dalam penggunaan teknologi informasi ditujukan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial dari pemanfaatan teknologi infomasi serta formulasi dan justifikasi atas kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Kelenturan logis dari teknologi memungkinkan seseorang secara tidak bertanggung jawab memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkannya demi kepentingan diri atau kelompok tertentu.


Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar daripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual. Dalam dunia bisnis salah satu alasan utama perhatian tsb adalah pembajakan perangkat alat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hingga milyaran dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalah privasi dan pembajakan. Komputer adalah peralatan sosial yang penuh daya dan dapat membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung pada cara penggunaannya.

 Kesimpulan :

 Untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa informasi membuat kontrak dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau yang mempengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebut, menyatakan bahwa :
  1. Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja mengganggu privasi orang. 
  2. Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer.
  3. Hak milik intelektual akan dilindungi.
  4. Komputer dapat diakses masyarakat agar terhindar dari ketidaktahuan informasi.
 Etika komputer mengharuskan CIO untuk waspada pada etika penggunaan komputer dan menempatkan kebijakan yang memastikan kepatuhan pada budaya etika. Manajer-manajer lain dan semua pegawai yang menggunakan komputer atau yang terpengaruh oleh komputer turut bergabung dengan CIO dalam tanggung jawab ini.



SUMBER :
http://saifulrahman.lecture.ub.ac.id/files/2010/03/Implikasi-Etis-TI1.pdf

http://ajie-informatikajay.blogspot.com/2010/01/makalah-learning-implikasi-etis-dari.html

http://lamtiur.wordpress.com/2010/11/25/implikasi-etis-dari-teknologi-informasi/

http://niryaworld.files.wordpress.com/2012/01/bab-10-implikasi-etis-dari-teknologi-informasi-mis3.ppt

0 komentar:

Poskan Komentar