Jumat, 05 April 2013

Analisis Laporan Keuangan

a. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan  adalah laporan yang memberikan ikhtisar mengenai keadaan keuangan perusahaan, dimana Neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, hutang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan Statemen Rugi-Laba (income statements) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya satu tahun. Media komunikasi dan pertanggungjawaban/ pertanggungjelasan antara perusahaan dan para pemiliknya atau pihak lainnya.
b. Konsep Analisis Keuangan
        Konsep analisis keuangan, bahwa hubungan – hubungan kuantitatif dapat digunakan untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan dalam kinerja suatu perusahaan. 
c. Manfaat Analisis Rasio Keuangan
Membantu penganalisis untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan yg bersangkutan. Untuk mengambil manfaat rasio keuangan kita memerlukan standar untuk perbandingan. Salah satu pendekatan adalah membandingkan rasio-rasio perusahaan dengan pola industri atau lini usaha di mana perusahaan secara dominan beroperasi.
Menurut Dwi Prastowo D dan Rifka Juliaty (2002) Rasio merupakan alat analisis yang memberikan jalan keluar dan menggambarkan simptom (gejala-gejala yang tampak) suatu keadaan. Sedangkan menurut Sofyan Syafri Harahap (2004), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti).

1. Rasio Likuiditas  
Rasio Likuiditas adalah rasio yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek, meliputi :
a. Current Ratio 
Yaitu kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki.  
Current Ratio = Aktiva Lancar/ Kewajiban lancar

b. Cash Ratio, yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan. 
Cash  Ratio = (Kas + Efek)/ Kewajiban lancar 

c. Quick Ratio, yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancer yang lebih likuid.
Quick  Ratio = (Kas + Efek + Piutang)/ Kewajiban lancar 

d. Net Working Capital atau Modal Kerja Bersih, digunakan untuk mengetahui rasio modal bersih terhadap kewajiban lancar. 
Net Working Capital = (Aktiva Lancar - Kewajiban lancar)/ Kewajiban lancar
2. Rasio Solvabilitas 
Rasio Solvabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jika perusahaan tersebut dilikuidasi, meliputi : 
a. Debt to Assets Ratio 
Rasio ini menekankan pada pentingnya pendanaan hutang dengan jalan menunjukkan persentase aktiva perusahaan yang didukung oleh hutang. Rasio ini juga menyediakan informasi tentang kemampuan perusahaan dalam mengadaptasi kondisi pengurangan aktiva akibat kerugian tanpa mengurangi pembayaran bunga pada kreditor.
 Debt to Assets Ratio = Total Kewajiban/ Total Aktiva
b. Debt to Equity Ratio 
Rasio ini menunjukkan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman.
Debt to Equity Ratio = Total Kewajiban/ Total Ekuitas

c. Long Term Debt to Equity Ratio
Rasio ini menunjukkan bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang.

d. Tangible Assets Coverage
 Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang setiap rupiahnya.
Long Term Debt to = Utang Jangka Panjang/ Equity Ratio

e. Times Interest Earned Ratio
 Rasio ini berguna untuk mengetahui kemampuan laba dalam membayar biaya bunga untuk periode sekarang
Times Interest Earned Ratio = EBIT/ Bunga Utang Jangka Panjang

3. Rasio Aktivitas
Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan pembelian dan kegiatan lainnya. 
a. Total Assets Turn Over
Rasio ini menunjukan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik. 
Total Assets Turn Over = Penjualan Netto/ Total Aktiva

b. Receivable Turn Over
Rasio ini menunjukkan barapa cepat penagihan piutang semakin besar semakin baik karena penagihan piutang dilakukan dengan cepat. 
Receivable Turn Over = Penjualan Kredit/ Piutang Rata-rata 

c. Average Collection Periode 
Average Collection Periode = Piutang Rata-rata X 360/ Penjualan Kredit
                                                                   
d. Inventory Turn Over
Rasio ini menunjukkan berapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat.
Inventory Turn Over = Harga Pokok Penjualan/ Persediaan Rata-rata 

e. Average day’s Inventory 
Average day’s Inventory = Persediaan Rata-rata X 360/ Harga Pokok 

f. Working Capital Turn Over
Working Capital Turn Over = Penjualan Netto/ Aktiva Lancar – Hutang Lancar

4. Rasio Profitabilitas
Rasio ini biasa disebut juga rasio  rentabilitas  menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.
a. Gross Profit Margin  
Rasio ini digunakan untuk mengukur berapa besar laba kotor yang dihasilkan dibanding dengan total nilai penjualan bersih. 
Gross Profit Margin = Laba Kotor/ Penjualan Nett 

b. Operating Profit Margin       
Rasio ini merupakan profit yang dihasilkan benar-benar murni berasal dari hasiloperasi perusahaan sebelum diperhitungkan dengan kewajiban besar lainnya 
Operating Profit Margin  = (Laba Kotor – Biaya Admin, Penjualan & Umum)/ Penjualan Netto

c.  Net Profit Margin  
Rasio laba bersih digunakan untuk mengukur besarnya laba bersih yang dicapai dari sejumlah penjualan tertentu. 
Net Profit Margin = NIAT/ Penjualan Netto 

d. Rate of Return  on Investment (ROI)
Rasio ini menunjukkan berapa besar laba bersih diperoleh perusahaan bila diukur dari nilai aktiva. 
Rate of Return  on Investment = NIAT/ Total Aktiva
e. Rate of Return  on Total Assets (Earning Powers of Total Investment )  
Rate of Return  on Total Assets = EBIT/ Total Aktiva 

 f. Rate of Return  for the Owners
Rate of Return  for the Owners = NIAT/ Total Modal Sendiri



 

0 komentar:

Poskan Komentar