Minggu, 14 November 2010

Perkembangbiakan Makhluk Hidup

A. Perkembangbiakan Manusia
Makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan
jenisnya agar tidak punah. Demikian pula manusia. Untuk
melestarikan jenisnya, manusia berkembang biak secara
kawin (generatif). Perkembangbiakan secara kawin ter-
jadi karena ada proses penggabungan antara sel sperma
dan sel telur. Sel sperma dihasilkan laki-laki dan sel telur
dihasilkan perempuan.
Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai
sejak penggabungan antara sel sperma dan sel telur
yang membentuk zigot. Zigot merupakan cikal bakal
dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan
berlanjut hingga manusia dewasa dan akan mengalami
penuaan. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia
secara umum terjadi dalam dua tahap. Pertumbuhan dan
perkembangan tahap pertama terjadi di dalam rahim.
Adapun pertumbuhan dan perkembangan tahap kedua
terjadi di luar rahim.
Apakah perbedaan pertumbuhan dan perkem-
bangan? Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran
tubuh. Contohnya, bertambahnya berat badan dan
tinggi badan. Adapun perkembangan adalah kegiatan
sel-sel dalam membentuk fungsi-fungsi khusus tubuh.
Contohnya, ketika bayi kamu tidak dapat berjalan. Akan
tetapi, sekarang setelah kamu Kelas VI, kamu dapat
berdiri, melangkah, dan berjalan sendiri. Bandingkan
keadaan tubuhmu sekarang dengan ketika masih
Kelas I. Apakah kamu mengalami pertumbuhan dan
perkembangan?
1. Pertumbuhan dan Perkembangan
Manusia di dalam Rahim
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam
rahim dimulai ketika terjadi penggabungan antara sel
sperma dan sel telur. Rahim hanya dimiliki perempuan.
Jadi, pertumbuhan dan perkembangan pertama kali
terjadi di dalam tubuh seorang ibu.
Bergabungnya sel sperma dan sel telur akan mem-
bentuk zigot. Proses tersebut dinamakan dengan proses
pembuahan atau fertilisasi. Setelah terjadi pem-
buahan, zigot akan terus membelah dan membentuk
embrio. Setelah 120 jam dari pembelahan, embrio akan
menempel di dinding rahim ibu. Embrio
tumbuh menjadi janin dan mulai mendapatkan makanan
dan oksigen. Makanan dan oksigen diperoleh dari ibu. Masa
pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam
rahim disebut juga dengan masa kehamilan. Masa
kehamilan itu terjadi selama kurang lebih 38 minggu.
Setelah kurang lebih 38 minggu di dalam rahim, bayi
akan lahir ke dunia dan memulai pertumbuhan dan
perkembangannya di luar rahim. Proses pertumbuhan
dan perkembangan manusia di dalam rahim dapat
dijelaskan dalam Gambar 2.2 berikut.
2. Pertumbuhan dan Perkembangan
Manusia di Luar Rahim
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di luar
rahim atau setelah lahir terjadi dalam beberapa
tahap. Elizabeth Hurlock, seorang ahli psikologi
perkembangan, membaginya ke dalam empat tahapan.
Tahapannya sebagai berikut.
a. Tahap orok, mulai lahir sampai usia dua minggu.
b. Tahap bayi, mulai usia dua minggu sampai usia
dua tahun.
c. Tahap kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai
masa pubertas (sekitar 11 tahun).
d. Tahap remaja atau pubertas, mulai usia 11 tahun
sampai 21 tahun.
Setelah tahap remaja atau pubertas, manusia
mengalami tahap dewasa. Manusia terus mengalami
penuaan sampai tahap manula. Pada proses penuaan,
secara fisik tubuh tidak mengalami pertumbuhan
lagi, namun berkurang kemampuannya.
Perubahan fisik manusia paling banyak
terjadi pada masa remaja. Masa ini disebut juga
dengan masa pubertas. Masa ini ditandai dengan
perubahan fisik, psikologis (emosi), serta aktifnya
alat perkembangbiakan. Perubahan yang terjadi pada
masa pubertas laki-laki berbeda dengan perempuan.
a. Pubertas pada Laki-Laki
Pada masa pubertas, setiap laki-laki akan mengalami
perubahan sebagai berikut.
1) Tumbuhnya tulang yang menonjol di tengah-
tengah leher. Tulang ini disebut jakun. Tumbuh-
nya jakun ini disertai dengan membesarnya
suara.
2) Tumbuhnya rambut-rambut di beberapa bagian
tubuh, antara lain kumis, janggut, rambut di
ketiak, dan rambut di sekitar alat kelamin.
3) Dada akan lebih membidang.
Dari ciri-ciri tersebut, adakah yang sudah kamu
alami?
Selain perubahan fisik pada Gambar 2.4, alat
perkembangbiakan laki-laki pun (testis) mulai aktif
dalam menghasilkan sperma. Selain itu, perubahan
psikologis yang terjadi adalah mulai tertariknya pada
lawan jenis.
b. Pubertas pada Perempuan
Perubahan fisik perempuan pada saat pubertas akan
terlihat lebih jelas dibandingkan dengan laki-laki.
Perubahan yang dialami adalah sebagai berikut.
1) Tumbuhnya payudara
2) Pinggul melebar sehingga bentuk tubuh pun akan
terlihat lebih melekuk.
3) Tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat
kelamin.
Selain ciri-ciri fisik tersebut, perubahan lain
adalah alat perkembangbiakan perempuan yang mulai
berfungsi. Hal itu ditandai dengan menstruasi. Mens-
truasi adalah keluarnya darah dari kelamin wanita. Hal
itu disebabkan oleh terjadinya peluruhan dinding rahim
karena tidak terjadi pembuahan pada sel telur wanita.
Hal itu terjadi secara bersiklus. Siklusnya adalah sekitar
28 hari.
Jika kamu mengalami perubahan-perubahan ter-
sebut, kamu tidak perlu takut. Komunikasikanlah
dengan orangtuamu (anak laki-laki pada ayah atau
kakak laki-lakinya dan anak perempuan pada ibu
atau kakak perempuannya). Hal tersebut merupakan
hal yang wajar dan normal (alami). Setiap orang pasti
akan mengalaminya.
c. Cara Menghadapi Masa Pubertas
Pada masa pubertas, banyak perubahan yang terjadi
pada diri kamu yang tidak kamu duga. Pada masa
pubertas itu akan terjadi ketidakstabilan emosi.
Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi
masa pubertas ialah sebagai berikut.
1) Bersikap tenang dan percaya diri.
2) Bersikap jujur dan terbuka kepada orang yang
kamu percayai ketika terjadi perasaan yang
tidak enak. Hal itu akan membantu memberi
ketenangan dan jalan keluar.
3) Selalu menjaga kebersihan seluruh tubuh dan alat

B. Perkembangbiakan pada Hewan
memiliki dua tipe perkembangbiakan, yaitu secara kawin
(generatif) dan secara tidak kawin (vegetatif). Untuk
lebih jelasnya pelajarilah uraian berikut ini.
1. Perkembangbiakan secara Kawin
(Generatif)
perkembangbiakan secara kawin terjadi karena adanya
pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sel sperma
dihasilkan hewan jantan. Adapun sel telur dihasilkan
hewan betina.
Berdasarkan caranya, pembuahan pada hewan
dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Pembuahan di Luar Tubuh (Fertilisasi Eksternal)
Pembuahan di luar tubuh terjadi karena peng-
gabungan sel telur dan sperma terjadi di luar
tubuh induknya. Contohnya, pada ikan dan katak.
tubuh pada katak.
b. Pembuahan di dalam Tubuh ( Fertilisasi Internal)
Pembuahan di dalam tubuh artinya penggabungan
sel telur dan sel sperma terjadi di dalam tubuh
induknya. Pembuahan di dalam tubuh terutama
terjadi pada kelompok reptilia (hewan melata),
unggas, dan mamalia (hewan menyusui).
perkembangbiakan secara kawin pada hewan
dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur
(Ovipar)
Pada hewan bertelur, pertumbuhan
dan perkembangan embrio terjadi
di luar tubuh induknya. Embrio
itu dibungkus dan dilindungi oleh
cangkang. Embrio di dalam telur
ini dilengkapi dengan kuning telur
(yolk). Kuning telur digunakan
sebagai cadangan makanan untuk
perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh
sempurna, telur akan menetas dan keluarlah
individu baru. Hewan yang berkembang biak
secara bertelur disebut ovipar. Ayam dan burung
merupakan contoh hewan bertelur. Contoh hewan
reptil yang bertelur ialah penyu (
b. Hewan yang Berkembang Biak dengan Melahirkan
(Vivipar)
Pada hewan yang melahirkan anak,
sel telur dibuahi oleh sperma di dalam
tubuh induknya. Pertumbuhan dan per-
kembangan embrio terjadi di dalam
tubuh induknya. Embrio akan berada di
dalam tubuh induknya sampai waktunya
dilahirkan. Hewan yang berkembang
biak secara melahirkan disebut vivipar.
Contohnya, sapi, kucing, kambing, dan
singa
c. Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur-
Melahirkan (Ovovivipar)
Selain hewan ovipar dan vivipar, ada juga hewan yang
dapat bertelur-melahirkan. Hewan demikian disebut
dengan ovovivipar. Pada hewan tersebut, setelah terjadi
pembuahan, telur terus berkembang di dalam tubuh
induk. Makanan yang dibutuhkan embrio tidak berasal
dari induk. Akan tetapi, makanan berasal dari cadangan
makanan yang terdapat di dalam telur. Setelah tiba
waktunya dilahirkan, anaknya akan keluar dari tubuh
induknya. Contoh hewan ovovivipar adalah paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular.
2. perkembangbiakan secara
Tidak Kawin (Vegetatif)
perkembangbiakan secara tidak kawin hanya terjadi pada
hewan-hewan tingkat rendah perkembangbiakan secara
tidak kawin dapat dilakukan dengan beberapa cara. Antara
lain dengan membentuk tunas dan fragmentasi.
a. Tunas
perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas
antara lain terjadi pada Hydra. Tahukah kamu Hydra?
Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang
belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh
Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan
tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Ketika
setelah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh
induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan
berkembang menjadi individu baru.
Pembuahan di dalam tubuh dapat terjadi melalui ovipar, vivipar, dan
ovovivipar.
b. Fragmentasi
Fragmentasi adalah perkembangbiakan yang berasal
dari potongan tubuhnya sendiri. Contoh hewan yang
berkembang biak dengan cara fragmentasi adalah
planaria. Cacing planaria merupakan cacing pipih.
Planaria bisa kamu temukan di bawah bebatuan di
sungai. Ukurannya sangat kecil (Gambar 2.11). Jika
kita potong salah satu bagian tubuhnya, potongan
tubuh itu akan tumbuh menjadi individu baru.

C. Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Benang sari merupakan alat kelamin jantan. Adapun
alat kelamin betina adalah putik. Di dalam benang sari
terdapat serbuk sari. Serbuk sari merupakan sel kelamin
jantan. Tidak semua tumbuhan memiliki benang sari
dan putik dalam satu bunga. Tumbuhan yang memiliki
benang sari dan putik dalam satu bunga disebut bunga
sempurna.
perkembangbiakan secara kawin pada tumbuhan
dimulai dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah
Selain manusia dan hewan, tumbuhan pun dapat ber-
kembang biak. Tahukah kamu, bagaimana cara per-
kembangbiakan pada tumbuhan? Tumbuhan berkem-
bang biak dengan dua cara, yaitu secara kawin (generatif)
dan tidak kawin (vegetatif).
1. perkembangbiakan secara Kawin
(Generatif)
Alat perkembangbiakan secara kawin (generatif)
pada tumbuhan adalah bunga. Bagian-bagian bunga
terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga, kelopak
bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Ada pula bunga tumbuhan yang tidak
memiliki semua bagian-bagian tersebut.
bertemunya serbuk sari dan kepala putik. Serbuk sari
tadi masuk melalui tangkai putik menuju bakal buah.
Di dalam bakal buah ada bakal biji. Bakal biji berisi sel
kelamin betina (sel telur). Setelah sel kelamin jantan
dan betina bertemu maka terjadilah pembuahan.
Setelah terjadi pembuahan, akan tumbuh buah dan
biji. Biji yang dihasilkan nanti merupakan cikal bakal
dari tumbuhan baru. Secara sederhana, perkembangbiakan secara kawin
pada tumbuhan dapat dijelaskan sebagai berikut.
Proses bertemunya serbuk sari dan kepala putik
dapat terjadi oleh tumbuhan itu sendiri. Selain itu,
penyerbukan dapat terjadi karena bantuan dari luar.
Penyerbukan dapat terjadi melalui bantuan angin,
hewan, air, dan manusia.
Penyerbukan yang dibantu angin umumnya
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Serbuk sarinya banyak dan ringan.
b. Bunga dengan kepala sarinya mudah digoyang.
c. Kepala putik berbulu dan terentang keluar dari
bunga.
Contoh bunga yang penyerbukannya dibantu angin
adalah jagung dan rumput-rumputan.
Penyerbukan yang dibantu hewan umumnya
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Mahkota berwarna mencolok dan besar.
b. Bunga mengeluarkan bau yang khas.
c. Bunga menghasilkan nektar.
Contoh bunga yang penyerbukannya dibantu
hewan adalah bunga aster. Umumnya hewan yang
membantu penyerbukan adalah golongan serangga
dan burung.
Air juga dapat membantu penyerbukan. Air hujan
dan aliran sungai dapat membantu pertemuan antara
serbuk sari dan kepala putik. Selain angin, hewan, dan
air, manusia dapat membantu terjadinya penyerbukan.
Penyerbukan dilakukan manusia karena serbuk sari sulit
untuk mencapai kepala putik. Contoh, penyerbukan,
yang dilakukan petani, pada tumbuhan vanili.
Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan di-
bedakan menjadi empat macam.
a. Penyerbukan sendiri
Serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga itu
sendiri.
b. Penyerbukan tetangga
Serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain.
Bunga tersebut masih dalam satu tumbuhan.
c. Penyerbukan silang
Serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang
berbeda tumbuhan. Tumbuhan tersebut masih
satu jenis.
d. Penyerbukan bastar
Serbuk sari jatuh ke kepala putik lain yang masih
satu jenis. Namun, bunga tersebut berbeda
varietasnya.
2. Perkembangbiakan secara Tidak
Kawin (Vegetatif)
Sebelumnya, telah dijelaskan perkembangbiakan secara
kawin. Adakah tumbuhan yang dihasilkan tanpa melalui
perkawinan?
Ternyata, banyak tumbuhan yang dapat berkembang
biak tanpa melalui perkawinan. Contohnya, bawang
merah, kentang, dan singkong (Gambar 2.16). Tum-
buhan tersebut dapat dihasilkan tanpa melalui proses
perkawinan. perkembangbiakan yang terjadi tanpa
proses perkawinan disebut perkembangbiakan secara
vegetatif.
perkembangbiakan secara vegetatif dapat terjadi
melalui dua cara. Jika perkembangbiakan vegetatif-
nya terjadi tanpa campur tangan manusia, disebut
vegetatif alami. Adapun perkembangbiakan vegetatif
yang terjadi dengan campur tangan manusia, disebut
vegetatif buatan.
a. perkembangbiakan Vegetatif Alami
Pernahkah kamu melihat ibumu mengupas bawang
merah? Bawang merah yang sering digunakan ibumu
sebagai bumbu masakan adalah bagian umbinya.
Bagaimanakah bentuk bawang merah? Bawang merah
memiliki bentuk berlapis-lapis. Umbi
yang berlapis-lapis itu di bagian bawahnya tumbuh
akar. Jika umbi ini ditanam, akan tumbuh tunas dan
kemudian tumbuh menjadi tumbuhan baru. Umbi
yang demikian dinamakan umbi lapis.
Selain dengan umbi lapis, perkembangbiakan vegetatif alami dapat terjadi melalui umbi batang,
tunas, rizoma, geragih, dan spora.
1) Umbi Lapis
Bentuk bawang bombay dan bawang putih sama de-
ngan bawang merah. Tumbuhan tersebut merupakan
umbi yang berlapis-lapis. Di tengah umbi yang
berlapis-lapis tumbuh tunas. Bagian yang berlapis-
lapis adalah daun dengan satu atau dua kuncup ketiak.
Pada bagian bawah batang, tumbuh akar serabut. Jika
umbi tersebut ditanam, akan tumbuh tumbuhan baru.
2) Umbi Batang
Pernahkah kamu memakan kentang? Bagian yang
kamu makan merupakan bagian batang dari tumbuhan
kentang. Bagian batang tersebut berisi cadangan
makanan. Batang tersebut menjadi besar dan berisi.
Oleh karena itu, bagian batang tersebut disebut umbi
batang.
Perhatikanlah umbi kentang dengan saksama.
Pada permukaan umbi, terdapat mata tunas
Mata tunas akan jelas terlihat jika kentang
tua yang disimpan beberapa hari di tempat lembap.
Tumbuhan kentang baru akan tumbuh jika kita
menanam umbi kentang tersebut. Tumbuhan tersebut
tumbuh dari mata tunas yang terdapat pada umbi.
Carilah tumbuhan lain yang berkembang biak dengan
umbi batang.
3) Tunas
Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas
contohnya adalah pisang dan bambu. Tunas ini tumbuh
dari bagian bawah tanah dan muncul di samping
tumbuhan induk. Akan tetapi, ada pula
tunas yang muncul di bagian tumbuhan, seperti tunas
yang muncul dan tumbuh di daun. Tunas itu disebut
tunas adventif. Contoh tumbuhan yang memiliki tunas
adventif adalah cocor bebek (Gambar 2.20b).
4) Rizoma
Jahe dan rumput akan tumbuh bersatu
dengan tumbuhan induknya. Cabutlah tumbuhan
tersebut dari dalam tanah. Bagian yang menghubungkan
tumbuhan satu dengan lainnya disebut rizoma.
Rizoma yang menghubungkan tumbuhan tersebut
bukanlah akar sebenarnya. Rizoma merupakan
batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah.
Contoh tumbuhan lain yang berkembang biak dengan
rizoma adalah lengkuas, kunyit, dan kencur.
6) Geragih (Stolon)
Geragih adalah batang yang merambat di atas tanah.
Geragih disebut juga dengan stolon. Geragih tersusun
atas ruas-ruas. Setiap ruas yang menempel pada tanah
akan membentuk akar dan tumbuh tunas baru. Contoh
tumbuhan yang memiliki geragih adalah stroberi
7) Spora
Coba perhatikan tumbuhan paku-
pakuan, misalnya suplir yang ada di sekitarmu. Balikkan
daun tersebut. Di bagian belakang daun terdapat bagain
yang bulat. Bagian tersebut disebut kotak
spora. Di dalam kotak spora terdapat spora.
Spora tidak dapat dilihat secara langsung. Untuk
dapat melihat spora kamu harus menggunakan mikros-
kop.

b. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Manusia dapat melakukan perkembangbiakan pada
tumbuhan. Tujuannya adalah untuk memperoleh
tumbuhan baru dengan cepat dan tidak bergantung pada
musim. Selain itu, dapat diperoleh tumbuhan baru yang
sifatnya sama dengan induknya.
perkembangbiakan secara vegetatif buatan,
antara lain dapat dilakukan melalui setek, cangkok,
sambung (enten), tempel (okulasi), runduk, dan kultur
jaringan.
1) Setek
Setek adalah perkembangbiakan dengan cara menanam
potongan/bagian dari tumbuhan. Bagian tumbuhan
yang dapat ditanam dapat berupa batang, tangkai, atau
daun. Tidak semua tumbuhan dapat disetek. Beberapa
contoh tumbuhan yang dapat disetek adalah singkong,
mawar, dan tumbuhan lidah mertua. Singkong dapat
disetek bagian batangnya. Mawar dapat disetek bagian
tangkainya. Adapun tumbuhan lidah mertua dapat
disetek daunnya.
2) Cangkok
Tujuan mencangkok adalah mendapatkan individu
baru yang memiliki sifat sama persis dengan induknya.
Selain itu, mencangkok dilakukan agar tumbuhan
cepat berbuah.
Mencangkok harus dilakukan secara teliti. Jenis
tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan
berkayu. Contohnya adalah mangga, jambu, dan jeruk.
Adakah yang pernah mencangkok? Bagaimanakah
cara mencangkok? Mencangkok sangat mudah dilaku-
kan. Pertama, pilih tangkai atau dahan yang cocok un-
tuk dicangkok. Tangkai atau dahan yang cocok untuk
dicangkok adalah yang cukup tua, dapat dilihat dari
ukuran dan warna kulitnya. Kemudian, kupas kulit dan
kambiumnya. Tutup bagian yang dikupas dengan tanah
yang dibungkus plastik atau sabut kelapa. Jagalah tanah
pada bagian yang dicangkok agar tetap lembap. Setelah
tumbuh akar pada cangkokan, potong dan tanam tang-
kai tersebut.
Kekurangan dari tumbuhan hasil cangkokan ada-
lah memiliki akar yang kurang kuat. Akar yang terben-
tuk adalah akar serabut.
4) Tempel (Okulasi)
Menempel atau okulasi adalah menggabungkan ma-
ta tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain.
Tumbuhan yang akan ditempeli harus yang kuat.
Tempel (okulasi) bertujuan menggabungkan dua
tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan
tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga yang berbeda sifat. Contohnya, okulasi pada bunga
mawar akan menghasilkan dua warna atau lebih yang
berbeda. Tumbuhan tersebut akan terlihat lebih indah
karena bunganya berwarna-warni.

3) Sambung (Enten)
Menyambung atau mengenten bertujuan menggabung-
kan dua sifat unggul dari individu yang berbeda. Misal-
nya, untuk menyokong tumbuhan dibutuhkan jenis
tumbuhan yang memiliki akar kuat. Sementara untuk
menghasilkan buah atau daun atau bunga yang banyak
dibutuhkan tumbuhan yang memiliki produktivitas
tinggi. Tumbuhan yang dihasilkan memiliki akar kuat
dan produktivitas yang tinggi. Contoh tumbuhan yang
bisa disambung adalah tumbuhan yang sekeluarga.
Contohnya, tomat dengan terung.
5) Runduk
Merunduk merupakan proses menimbun batang tum-
buhan ke dalam tanah. Pada batang yang ditimbun ter-
sebut diharapkan tumbuh akar. Tumbuhan yang dapat
dikembangbiakkan dengan merunduk di antaranya arbei,
apel, tebu, stroberi, dan melati. Tahukah kamu, bagai-
mana cara-cara merundukkan tumbuhan?
Cara-cara merundukkan tumbuhan adalah sebagai
berikut.
a) Batang tumbuhan yang akan dikembangbiakkan
dirundukkan.
b) Timbun atau benamkan batang tumbuhan tersebut
ke dalam tanah.
c) Jika pada batang yang dirundukkan telah tumbuh
akar, potong batang yang dirundukkan tersebut.
.
6) Kultur jaringan
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, kemudian ditemukan teknik baru perkem-
bangbiakan tumbuhan. Teknik yang dimaksud
adalah kultur jaringan. Teknik kultur jaringan adalah
perkembangbiakan tumbuhan dengan menanam
jaringan tumbuhan di tempat dan media yang khusus.
Dengan kultur jaringan kamu dapat menghasilkan
tumbuhan hanya dari suatu bagian akar atau bagian
lainnya. Untuk melakukan kultur jaringan diperlukan ruangan
yang khusus. Perkembangbiakannya akan lebih terkontrol
dan cepat. Tumbuhan baru yang dihasilkan sama dengan
induknya dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi
lingkungan.










sumber : http://pendidikan-tuban.org/bse/BSE%20SD-MI/20.%20Senang%20Belajar%20IPA%206%20SITI%20ROS/4%20Bab%202.pdf.

0 komentar:

Poskan Komentar