Jumat, 26 November 2010

Styrofoam

Plastik dan Styrofoam adalah dua benda tidak asing bagi kita. penggunaan kedua barang ini bukanlah sesuatu yang aneh lagi bagi masyarakat kota yang super sibuk dan mementingkan kepraktisan dan memang tak bisa di pungkiri banyak sekali kelebihannya dibanding dengan yang lain, contohnya praktis, tahan panas, tahan lama, tidak gampang bocor, bisa menahan suhu, dll. tapi tau kah kamu kalau penggunaan kedua hal ini dapat merusak lingkungan dan kesehatan kita? Mari kita telaah satu persatu.

• Bahaya bagi lingkungan
styrofoam dan plastik tidak bisa di urai oleh alam, oleh karena itu sampah-sampah dari kedua benda tersebut akan selalu ada hingga ratusan tahun mendatang dimana anak cucu kita yang akan menerima ketidak pedulian kita pada hal ini. ada beberapa perusahaan yang mendaur ulang kedua hal ini akan tetapi mereka hanya menghancurkan styrofoam lama dan membuat yang baru dengan bahan itu dan tetap memproduksinya karena memang memproduksi kedua benda ini dapat mendapat keuntungan yang besar, tapi sayangnya tidak baik bagi lingkungan.
limbah dalam pembuatan plastik dan styrofoam sangatlah berbahaya apabila tidak di kelola dengan baik. Hal itu menyebabkan EPA mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu, proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap-yang mengganggu pernapasan-dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.
• Bahaya bagi kesehatan
taukah kau bahwa salah dua penyebab kanker adalah plastik dan syrofoam? sudah sering kita dengar banyak negara yang melarang penggunaan plastik dan styrofoam dalam kemasan makanan, namun hal itu masih sulit dijalani karena belum ada alternatif lain yang sama praktisnya dengan plastik dan styrofoam.
kandungan zat-zat berbahaya dalam kedua barang itu apabila dipakai dalam kemasan makanan akan berpindah dengan sendirinya dan tanpa sadar kita makan. dalam plastik suhu minyak yang tinggi akan menghasilkan kolesterol atau lemak jenuh yang tinggi pula. Belum lagi, kantong kresek ini mengandung DOP serta logam berat Zn (seng) yang biasanya ditambahkan pabrik plastik sebagai bahan stabilizer untuk plastik. dalam syrofoam pun juga begitu.
belum lagi kantong plastik yang berwarna-warni dapat pula membuat tubuh kita makin sakit, karena pewarna yang digunakan tidak aman.

maka dari itu, kurangi penggunaan styrofoam dan plastik dari sekarang, demi anak cucu dan kesehatan kita. kalau bingung gimana cara memulainya, coba lihat poin-poin ini:
• bawa selalu kantong belanja ketika belanja dimana pun (pasar, mall atau supermarket), selain mengurangi penggunaan plastik, kita bisa juga tampil gaya
• ketika membeli makanan atau minuman, selalu sedia alat makan dari rumah, memang tidak praktis, tapi demi keselamatan bumi ini

Bakteri ada di mana-mana. Diam-diam mereka bekerja menghancurkan selulosa, mencerna sisa-sisa makanan, atau mengikat nitrogen di dalam tanah.Selain itu, dengan perkembangan bioteknologi,beberapa turunan bakteri tertentu juga dimanfaatkan untuk membersihkan minyak yang tumpah di laut hingga menangkap gambar beresolusi tinggi layaknya fungsi retina.
Baru-baru ini, para ahli biologi di University of College Dublin, Irlandia, menemukan turunan bakteri Pseudomonas putida, yang biasa ditemukan di dalam tanah, memakan minyak styrene murni dan mengubahnya menjadi plastik yang ramah lingkungan. Minyak yang merupakan hasil pemanasan styrofoam pada suhu tinggi itu mencemari tanah karena sulit terdegradasi di alam.
Kevin O’Connor dan koleganya mengubah polystyrene menjadi minyak melalui pyrolysis, yaitu memanaskan plastik turunan minyak bumi dengan suhu 520 derajat Celcius tanpa melibatkan oksigen. Pemanasan tersebut menghasilkan cairan yang terdiri atas minyak styrene sebesar lebih dari 80 persen dan sisanya berupa cairan racun lainnya.
Para peneliti kemudian memberikan cairan ini kepada salah satu turunan bakteri, Pseudomonas putida CA-3. Pada awalnya, mereka berharap bakteri akan memurnikan styrene dari larutan.
Namun, bakteri justru sangat menikmati menu makan barunya ini dan mengubah 64 gram styrene campuran untuk menghasilkan sekitar 3 gram bakteri baru.
Dalam proses ini, bakteri menyimpan 1,6 gram energi minyak styrene dalam bentuk plastik biodegradable (dapat terurai di alam) yang disebut polyhydroxyalkanoate atau PHA. Selain musnah jika dibakar, plastik jensi ini juga mudah terurai di alam.
Namun, proses biologi yang dilakukan bakteri menghasilkan produk sampingan yang masih beracun, yaitu toluene. Meskipun demikain, temuan ini membawa harapan baru karena menunjukkan bahwa styrofoam dan milekul polystyrene yang menyusunnya dapat diubah menjadi ramah lingkungan.
Styrofoam adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan yang besar. Di AS saja, styrofoam sekitar 3 juta ton diproduksi pada 2000 dan 2,3 juta di antaranya dibuang ke lingkungan. “Prinsip dalam proses tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendaur ulang sampah plastik dari turunan minyak bumi,” kata para peneliti yang melaporkan temuannya dalam Environmental Science and Technology edisi 1 April.
sumber:http://www.sciam.com

0 komentar:

Poskan Komentar